Lirik Lagu “ Andai ku Gayus Tambunan ”
Sebelas Maret
Diriku masuk penjara
Awalku menjalani
Proses masa tahanan
Hidup di penjara
Sangat berat kurasakan
Badanku kurus
Karena beban pikiran
Kita orang yang lemah
Tak punya daya apa-apa
Tak bisa berbuat banyak
Seperti para koruptor
Andai ku Gayus Tambunan
Yang bisa pergi ke Bali
Semua keinginannya
Pasti bisa terpenuhi
Lucunya di negeri ini
Hukuman bisa dibeli
Kita orang yang lemah
Pasrah akan keadaan
Cerita Pendek dari lagu “ Andai ku Gayus Tambunan ”

Sebenarnya,
lagu ini ditulis Bona untuk dirinya sendiri. Dia mencurahkan segala
perasaannya, kehidupannya, dankesalahannya untuk mengingatkan dirinya dan
orang lain supaya tidak menempuh jalan yang sama dengan dirinya. Jalan yang
jauh dari kata kebenaran dan sangat melanggar norma hukum yang berlaku.
Dia membandingkan dirinya dengan para koruptor yang “
beruang “. Sebagai orang yang sangat sederhana, kehidupan penjara sehari -
harinya benar-benar seperti di Prodeo. Sementara penjara bagi orang berkantong
tebal benar - benar seperti hotel berbintang lima yang megah nan mewah. Makanya
nama lain dari penjara adalah HOTEL PRODEO. Hotel bagi yang pegang merah-merah
dan Prodeo bagi yang pegang hijau – hijau.
Jadi, lagu ini awal mulanya adalah jeritan hati
ketidakadilan perlakuan sesama kriminal di penjara. Namun setelah mendengar berita
Gayus “ berlibur “ ke Bali, diubahnya salah
satu lirik lagu tersebut dari
koruptor menjadi Gayus Tambunan.
Makna dari lagu
“ Andai ku Gayus Tambunan ”
Secara
garis besar, lagu ini menggambarkan tentang bagaimana penggambaran penegakan
hukum di Indonesia dalam lirik lagu. Sebagian orang memandang kritik tentang
penegakan hukum di Indonesia sebagai suatu realitas yang wajar, namun tidak
semua orang memiliki pemaknaan yang sama terhadap suatu realitas. Hal ini
bersifat subyektif, tergantung dari latar belakang individu yang memaknainya.
Hasil ini menunjukkan bahwa melalui larik kedua lirik lagu “Andai Aku Gayus
Tambunan”, Hukum di Indonesia digambarkan seperti barang dagangan. Para aparat
hukum memperjual - belikan hukum, karena memang sistem hukum di Indonesia sudah
sedemikian korup. Hukum dapat dibeli dengan uang lalu masyarakat kecil yang
tidak memiliki apapun harus menerima dengan pasrah situasi yang menyudutkan
mereka. Aparat hukum, baik polisi, jaksa, dan hakim, hanya berorientasi pada
uang. Bukan menegakkan keadilan. Siapa yang kuat membayar, merekalah yang akan
menang. Hukum sudah seperti barang dagangan yang diperjual-belikan oleh para
polisi, jaksa, dan hakim. Biasanya, para pengacara yang akan jadi perantara
antara terdakwa dengan para aparat hukum tersebut.
Isi dari lagu
“ Andai ku Gayus Tambunan ”
Lagu ini berisi tentang sindiran kepada
para koruptor yang menurut Bona Papatungan yang seorang narapidana ini koruptor
sangat bejat. Penegak hukum bisa disuap karena bagaimana bisa negeri yang
disebut negeri hukum dalam UUD 1945 bisa aman dan tertib .
Analisis
Syair “ Andai ku Gayus Tambunan ”
1.
Abstraksi
Bona Paputungan
terinspirasi oleh tingkah laku gayus serta ketidakadilan yang menimpa negeri
ini.
2.
Orientasi
Lagu ini
diciptakan akibat kasus korupsi yang menimpa gayus yang sudah menghabiskan uang negara, dan pada saat persidangan justru ia pergi menonton pertandingan
tenis yang terangkum dalam sebuah dokumentasi berupa gambar. Sehingga Bona pun
terinspirasi untuk membuat lagu.
|
3.
Krisis
|
4.
Reaksi
|
|
Gayus masuk penjara pada 11 Maret dan mendapatkan
kemudahan didalam sana.
|
Hidup di penjara sangat berat.
|
|
Gayus Tambunan bisa pergi ke Bali dan mendapatkan
segala keinginannya.
|
Orang – orang
yang tidak punya uang tidak dapat berkutik.
|
|
Hukum Indonesia sudah tidak adil, bahkan dengan
mudahnya membayar dengan uang.
|
Seperti pada kasus Gayus, dia justru dapat “bebas”
pergi kesana kemari dan mendapatkan penjara dengan fasilitas “hotel mewah”.
|
|
Saat ini, hukum di negara ini memandang derajat
atau kasta.
|
Orang lemah dan tidak beruang dihukum
seberat-beratnya, namun pada pejabat dihukum selemah-lemahnya.
|
5.
Koda
Setelah semua “permainan” ini terungkap, aparat
penegak hukum kewalahan, dari lari sana sini mencari kasus serupa untuk
mendapat simpati publik. Kasus Gayus ini dapat dijadikan pelajaran nyata, bahwa
hukum harus kembali ditegakkan dan jagalah terus amanat yang sudah dipegang,
jangan menjadikan kepuasan pribadi