KEHILANGAN HAL TERINDAH.
Terkadang apa yang sudah Tuhan rencanakan, tak akan pernah sebanding dengan apa yang manusia harapkan. Ya benar. Aku telah kehilangan sosok abu - abu dalam hidup. Mungkin kalian akan bertanya, mengapa aku menyebutnya abu - abu? Sosok itu terlalu sulit untuk kuraih sekarang. Sosok yang 'dulu' aku anggap tidak berarti, namun kini aku kehilangan sosoknya. Sosok itu terlalu abu - abu, dia ada namun selalu tak kuanggap kehadirannya. Mungkin Tuhan memang ingin memberikan sebuah sentilan kepadaku. Ya kini sosok abu - abu itu telah pergi. Bahkan Tuhanpun telah memberikan jarak yang sangat jauh bagiku dan si 'abu - abu'. Tuhan baru saja merebut dia dari dekapan hangatku. Dekapan yang sangat amat kunantikan sejak 15 tahun ini. Dekapan yang menyadarkanku akan jahilnya dunia ini. Dekapan yang sangat amat menunjukkan kasih sayang seorang nenek dan cucu tersayangnya. Tuhan telah merebut nenekku. Tidak, tidak merebutnya. Namun, aku yakin rasa sayangku padanya tidak lebih dari rasa cinta Tuhan padanya.
Aku benci perpisahan. Aku benci air mata. dan Aku benci kehilangan. Tetapi, aku tak bisa berontak. Rencana ini sudah tersusun sedemikian rupa oleh-Nya. Sungguh, betapa bodonya aku. 15 tahun bukanlah waktu yang sebentar. 15 tahun rasa sayang itu tidak pernah muncul. dan selama 15 tahun pun aku takkan pernah tau akan hadirnya sosok terindah. Kini ia telah pergi.
Sebenci itukah Tuhan padaku?Sampai - sampai Ia mengambil nyawa nenekku. Tuhan, tolong sampaikan padanya, bahwa aku benar - benar mencintainya. Aku mencintainya sejak dulu aku dilahirkan. Tolong sampaikan padanya, aku rindu tawanya, omelannya, dan nasihatnya. Sekali lagi, aku sampaikan bahwa aku sangat amat mencintai si 'abu - abu'.
Inikah arti sebuah perpisahan?
Inikah rasanya kehilangan?
Dia pergi
Si 'abu - abu' telah pergi
Namun aku percaya
Inilah kebahagiaan terindah untuknya
Namun apakah ia tahu?
Bahwa aku mencintainya?
Bahkan mulut inipun sulit berucap kata 'cinta' untuknya
Raga ini sulit menunjukkan rasa sayang
Tapi, aku hanya memiliki sekeping hati
Hati yang hanya bisa dimengerti oleh 2 buah insan yang terhubung
Ya insan itu adalah kami, aku dan nenek
Nek....
Kini mulutku sudah tak gagu lagi
Kini kakiku tak lemas lagi untuk melangkahkan diriku kedepan kamar tidur istimewa
Tapi, kini hatiku sakit
Kemana lagi aku harus berteduh?
Kemana lagi aku harus mengadu?
Nyatanya tempat teduhku telah hilang tertiup angin
Nek......
Terima kasih sudah menjadi sosok 'abu - abu' dalam hidupku
Satu hal yang perlu kau tahu
Aku mencintaimu
Sekali lagi,
Aku mencintaimu.
- dari: Si cucu tersayang-
-untuk: Nenekku di sisi Tuhan-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar